Senin, 02 Juli 2018

Cerpen Kembalinya sebuah harapan


Kembalinya sebuah harapan - Kala senja itu, seorang gadis menunggu dengan penuh kecemasan,Apakah angan itu akan terwujud, atau hanya sebuah harapan tanpa kejelasan. Setelah ibunya tiada, kehidupan gadis itu mengalami perubahan. Rasa kehilangan sampai saat ini
masih dirasanya.

Malam itu ia masih bercanda tawa dengan ibunya. “Mama, jangan sakit ya.. jangan tinggalkan adek sama mbak ya”, kata gadis itu. Ibunya menjawab dengan anggukan kepala, dan senyum yang menyembunyikan kesakitan. “Ma, obatnya udah diminum ?”, tanya mbak. “ Udah mbak”, jawab mama lemah.

Suara telepon pun berbunyi dan waktu sudah menunjukkan jam 20.31. Ternyata pakde dari Banjarmasin telepon. Mama pun bercerita dan bercanda dengan pakde hingga 2 jam. Mama memutuskan untuk mengahiri telepon itu. “Dek, ambilkan mama minum”, kata ibu gadis itu. Gadis itu berjalan dengan mata yang sudah mengantuk menuju meja makan. Untuk mengambilkan air minum. Ketika sudah sampai kamar, di dapatinya ibunya sudah memejamkan mata.

 “Taruh situ dulu aja ya dek, mama ngantuk” kata ibunya lemah sambil menunjuk pada sebuah meja.
Malam itu sangat dingin Suara binatang-binatang malam mulai terdengar memecah keheningan,Gadis itu tak lelap tidur. Sebentar-sebentar bangun. Perasaan takut, cemas dan gelisah menyelimutinya. Di tengoknya ibunya. Di pandanginya wajah itu, tak terasa air matanya menetes semakin deras,Masuklah gadis itu ke kamarnya. Dilihatlah jam pada HPnya Menunjukkan pukul 01.30, keluarlah si gadis dari kamar untuk melaksanakan sholat malam.

Selesai sholat malam, gadis itu kekamar ibunya kembali. Di dapatinya ibunya habis dari kamar mandi, dan melihat gadis itu. “Dek, ambilkan mama minum yang manis dan panas ya”, kata ibunya. “iya ma,” jawab gadis itu. “Kok nggak panas, dek” kata ibunya. “Itu udah panas banget ma,” jawab gadis itu. Mbak, buatin mama minum” teriak ibunya. “Ini udah ma, panas banget ma” kata mbak sambil memberikan gelas itu kepada ibunya. “Dek, mama nggak kuat” teriak mama.

Akhirnya ibu gadis itu pingsan. Kakaknya pun teriak, seisi rumah berhamburan keluar kamar. Semua meneriaki ibu gadis itu, memanggil ambulan dan tetanggatetangga berdatangan karena teriakan sang kakak dari gadis itu. Setelah sampai di sebuah rumah sakit Dokter berkata, ibunya sudah tiada 10 menit sebelum sampai rumah sakit. Pecahlah tangis si gadis dan kakaknya serta keluarganya.  “Dek, mama udah nggak ada”, kata kakaknya. “Kita yatim piatu, dek” katanya lagi sambil memeluk sayang adeknya. “Tadi mama, dalam perjalanan baca doa setelah itu mama pingsan” kata kakaknya kepada tetangga yang ikut menyusul ke rumah sakit.

Si gadis mengamuk, di pecahnya pot-pot penghias rumah sakit itu. Syok, kaget, sedih dan bingung, rasa itu menyelimuti perasaan sang gadis. Tiba-tiba gelap, Tersadarlah gadis itu dari tidurnya yang lumayan panjang. Terdengarlah sayupsayup lantunan doa di telinganya.

Perpisahan yang dirasa gadis itu begitu cepat dan sosok yang di tunggunya pun tak juga datang. Ia hanya ingin memintakan maaf ibunya kepada sosok itu. Sosok itu, seorang laki-laki yang setia yang selalu membuat nyaman meski tak bersamanya. Laki-laki itu yang berjanji pada ibu sang gadis, akan meminangnya setelah mendapatkan pekerjaan. Ibu gadis itu juga sangat mengagumi laki-laki itu.
Hingga 100 hari kepergian ibu sang gadis, laki-laki itu baru menghubunginya kembali, dengan membawa kabar bahwa hubungannya dengan sang gadis tak dapat dilanjutkan. Orang tua laki-laki itu telah menjodohkan dengan perempuan yang layak dan memiliki orang tua yang setara dengan keluarganya.

4 tahun berlalu, semenjak perpisahan itu. Sang Gadis yang memutuskan untuk menyendiri. Akhirnya menemukan seorang laki-laki yang benar-benar menyayanginya. Pertemuan mereka sangat unik, berawal dari sebuah materi UAS. Tepat pukul 18.45 ada pesan notifikasi dari salah satu grup whatsapp,yang berisi pertanyaan kisi-kisi Uas dan gadis itupun merespon.

Namun dari respon itulah komunikasi sang gadis dengan laki-laki itu berlanjut dalam sebuah pertemuan untuk makan malam dan berbincang-bincang santai. Hingga malam pun semakin larut laki-laki itu pun bekata seakan-akan memecah keheningan malam itu ‘‘hari sudah semakin malam ,yuk kita pulang..’’sang gadis yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya pun menjawab ‘‘ iya ,yuk..’’.

Haripun silih berganti hingga tiba saat laki-laki itu mengenalkan sang gadis kepada kedua orangtuanya,akhirnya hati sang gadis yang layu bertahun-tahun itu kembali berbunga karena ketulusan cinta sang lelaki yang setia mendengarkan cerita dan keluh kesah sang gadis , sang gadis yang telah menemukan belahan jiwanya hidup berbahagia dalam suka dan duka bersama pasangannya menjalani manis pahitnya kehidupan berSdua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar