Senin, 02 Juli 2018

Kenapa hutan mangrove yang jadi pilihan?


Suasana liburan mulai menyapa ketika aku usai mengerjakan ujian semesterku. Aku berpikir untuk bereuni dengan teman-teman SMA-ku. Aku lantas menghubungi mereka lewat group chat yang kita punya, gayung bersambut beberapa jam kemudian mereka langsung mengiyakan. Reuni kali ini terasa berbeda karena kita bereuni sambil berlibur ke suatu destinasi wisata. Apalagi kita tidak pernah berlibur bersama setelah aku dan teman-temanku melanjutkan di perguruan tinggi yang berbeda satu sama lain. Maka dari itu kita mulai mencari pilihan destinasi yang akan dituju untuk liburan kali ini. Berbagai pilihan yang kita ajukan saat itu, mengingat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terkenal akan banyaknya pesona destinasi wisatanya yang tidak kalah dengan daerah lain yang ada di Indonesia.

Akhirnya, pilihan kita jatuh kepada kawasan ekowisata Hutan Mangrove Wana Tirta Kulonprogo. Sebuah kawasan ekowisata hutan mangrove yang terletak di Dusun Pasir Mendit, Jangkaran, Temon, Kulonprogo, Yogyakarta.

Kenapa hutan mangrove yang jadi pilihan?
Pertama, keinginan mencari suasana baru ketika berwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta karena biasanya tempat-tempat seperti Candi Prambanan, Malioboro, Pantai Parangtritis, dan Gunung Merapi menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur.  Maka dari itu kita memilih Hutan Mangrove Wana Tirta sebagai tujuan untuk dikunjungi pada liburan kali ini.

Kedua, akses jalan yang mudah dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun empat. Letak dari Hutan Mangrove Wana Tirta yang berada di Kabupaten Kulonprogo dapat ditempuh melalui ringroad utara maupun selatan lalu dilanjutkan ke arah jalan wates menuju arah Pantai Congot yang notabene-nya jalan nasional  membuat kontur jalan yang baik dan tidak banyak tanjakan juga tikungan tajam sepanjang perjalanan sehingga dapat dilalui oleh berbagai macam kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Dua hari setelah kita memutuskan untuk berlibur ke Hutan Mangrove Wana Tirta, pada pagi harinya kita memulai perjalanan menuju tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berbekal pengetahuan arah menuju pantai di Kulonprogo dan juga dengan petunjuk Google Maps kita memulai perjalanan hari itu. Jalanan yang begitu lengang sepanjang perjalanan membuat kita dapat berbincang satu sama lain, mendengarkan alunan lagu dari radio, dan juga mengabadikan setiap moment seru di mobil sepanjang perjalanan. 2,5 jam perjalanan kita lalui untuk sampai di Hutan Mangrove Wana Tirta. Perjalanan yang menyita banyak waktu di jalan, namun tak terasa karena sepanjang perjalanan disuguhkan oleh panorama indah dari persawahan, pegunungan , dan lingkungan dari Kabupaten Kulonprogo yang masih asri.

Akhirnya sampailah kita di Hutan Mangrove Wana Tirta. Cukup dengan membayar Rp 5.000,00 / orang untuk biaya retribusi dan juga Rp 5.000,00 untuk parkir kendaraan roda empat kita sudah bisa menikmati keindahan dari Hutan Mangrove Wana Tirta. Dari area parkir untuk sampai ke kawasan hutan mangrove dengan jalan kaki sekitar 5 menit.

Apa saja yang bisa kita lakukan disini?
Walking Track. Hutan Mangrove Wana Tirta menyediakan rute sekitar dua kilometer bagi  para pengunjung untuk menikmati keindahan ekosistem mangrove yang ada. Bosan? Tentu tidak karena sepanjang perjalanan kita melewati lorong, jembatan , dan juga beberapa spot- foto yang tentunya berlatar mangrove bagi wisatawan. Sepanjang perjalanan pengelola juga memberikan petunjuk arah untuk wisatawan sehingga tidak perlu khawatir jika tersesat.

Menyeberang Jembatan Gantung Api-Api. Jembatan yang menghubungkan area hutan mangrove yang terpisah oleh Sungai Bogowonto ini cocok bagi wisatawan dengan adrenaline tinggi. Ini karena setiap langkah kaki yang kita ayunkan membuat seluruh bagian pijakan dan pegangan dari jembatan tersebut ikut bergoyang tepat di atas aliran Sungai Bogowonto.

Berfoto dan menikmati keindahan panorama hutan mangrove. Keindahan wisata hutan magrove membuat kita serasa menyatu dengan alam, keindahan mangrove yang menciptakan lorong-lorong saat kita melewatinya membuat kita dapat berfoto dengan tema folk saat kita mengabadikannya. Ada pula berbagai spot-foto yang unik dan kreatif berlatar belakang mangrove yang disediakan oleh pengelola yang membuat kita tak henti-hentinya untuk mengabadikan moment saat berlibur di Hutan Mangrove Wana Tirta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar