Tampilkan postingan dengan label kisah romatis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah romatis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2018

cerita romansaku di kota jogja


Yogyakarta memiliki moto yang berbunyi “Yogyakarta berhati nyaman”. Ternyata itu bukan hanya sekedar moto saja,  provinsi yang memiliki 5 kabupaten ini sungguh merupakan tempat yang begitu nyaman. Selain keramahan penduduk dan lokasi yang strategis, Yogyakarta memiliki banyak tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Salah satu tempat menarik itu adalah Alun-Alun.Berbicara tentang Alun-Alun, yang pertama kali terbayang tentang Alun-Alun yang ada di Yogyakarta adalah Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Kidul, yang letaknya ada di pusat Kota Yogyakarta. Namun perlu diketahui, Alun-Alun yang menarik di Provinsi Yogyakarta bukan hanya dua Alun-Alun itu saja.

Di Bantul, tepatnya 17,6 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta terdapat sebuah Alun-Alun yang tak kalah menarik. Alun-Alun yang letaknya sekitar 100 meter dari Pasar Bantul itu bernama Alun-Alun Paseban. Paseban merupakan nama sebuah lapangan yang terletak di depan kompleks Pendopo Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Saat ini Paseban menjadi pusat keramaian Kota Bantul. Paseban juga menjadi pusat perekonomian masyarakat setempat, terutama pada sore hingga malam hari.
Terdapat sekitar 60 penjual yang menjajakan dagangannya di sepanjang Paseban.

Bukan sekedar itu saja, di sana juga terdapat aneka hiburan bagi anak-anak. Tepat di sisi utara yang berseberangan langsung dengan Kantor Kabupaten, terdapat banyak penjaja yang menawarkan jasa sewa mainan anak-anak seperti sepeda pijak, mobil-mobilan baterai, kereta mini, pemancingan mini yang kesemuanya itu ditunjukkan untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun. Oleh karena itu, banyak orangtua yang membawa anak-anak mereka untuk sekedar bermain dan menghabiskan waktu di sana. Sama halnya dengan penjaja mainan anak-anak, di sana juga banyak pedagang makanan yang mulai menggelar dagangannya sejak sore hingga malam hari.

Wisatawan dapat menemukan banyak tempat penjual makanan seperti angkringan, lesehan bebakaran, warung susu murni, siomay, mi ayam, hingga wedang ronde. Di tempat itu terdapat dua pohon beringin yang serupa dengan Alun-Alun Kota Yogyakarta. Selain itu, di dekat Alun-Alun Paseban juga terdapat Masjid Jamasba sebagai tempat beribadah bagi orang muslim yang terletak tepat di barat Alun-Alun. Sebagi informasi tambahan, masjid ini tidak pernah sepi. Tiap jum’at dan sabtu malam, serambi Masjid Jamasba selalu ramai dengan bapak-bapak yang duduk bersila sembari membaca Al-Qur’an.

Begitu pula di sisi barat masjid ini yang dipenuhi ibu-ibu yang juga sedang melakukan hal serupa. Bagi orang dewasa yang juga ingin menikmati indahnya Alun-Alun Paseban pada malam hari, juga bisa menyewa mobil kayu bentuknya serupa dengan mobil kayu sewaan yang ada di Alun-Alun Kidul Yogyakarta.Suasana lampu-lampu hias warna-warni yang menyala dalam gelap malam membuat suasana di sana terasa begitu indah, romantis, nyaman dan begitu memikat. Di sana juga merupakan tempat muda-mudi untuk menghabiskan malam sekedar hanya menikmati wedang ronde atau jagung bakar.

Terlebih lahi pada malam minggu. Alun-Alun yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Bantul, Yogyakarta itu memiliki sejarah kecil yang unik akan namanya. Menurut kabar, nama Paseban sendiri berawal dari kata bahasa Jawa Pe Sebo An yang memiliki arti berkumpul. Walaupun  tempat itu berada persis di tengah kota Bantul, suasana yang tercipta begitu nyaman, ramah dan menyenangkan. Selain itu kuliner di sana terbilang cukup murah begitupula tempat parkir yang aman dan mudah ditemukan.Meskipun tidak sepopuler Alun-Alun Utara maupun Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Alun-Alun Paseban tetap menjadi magnet tersendiri yang mampu menyedot perhatian warga setempat.

Alun-Alun ini juga sempat viral ketika menjadi tempat diselenggarakannya acara akbar salah satu stasiun televisi swasta Indonesia beberapa tahun silam. Acara yang mengusung tema pemutaran film box office Indonesia itu diselenggarakan pada tanggal 13 Agustus tahun 2016 dan dimulai pada pukul empat sore hingga sebelas malam. Selain pemutaran film, terdapat acara-acara lain yang memeriahkan Alun-Alun Paseban pada waktu itu seperti pemutaran film pendek ISFF, hiburan organ tunggal, permainan hingga pembagian dooprize.

Doorprize yang dibagikan begitu beragam seperti kompor, kipas angin, handphone hingga uang tunai bernilai jutaan rupiah. Sementara itu film box office yang diputar dalam acara tersebut adalah film Comic 8 Casing Kings Part 1 dan Gangster. Sedangkan film pendek yang diputar adalah film berjudul Njuk Piye. Acara tersebut mampu membuat warga setempat berbondong-bondong pergi ke Alun-Alun Paseban dan membuat lokasi begitu meriah.Untuk sampai di Alun-Alun Paseban bukanlah hal yang sulit.

Dengan menaiki bus umum, wisatawan dapat singgah ke Alun-Alun Paseban dimulai dari pusat Kota Yogyakarta. Berangkat dari Halte Trans Jogja Malioboro 3, wisatawan dapat menggunakan transportasi bus Trans Jogja jalur 3A.Selanjutnya wisatawan berkendara hingga Halte Kolonel Sugiono 1 (Pujokesuman). Berikutnya wisatawan dapat turun dari halte dan berjalan menuju Jalan Kolonel Sugiono 30 B yang jaraknya kurang lebih 310 meter dari halte. Kemudian wisatawan menaiki bus umum Jogja-Parangtritis dan berkendara menuju Jalan Parangtritis 11. Setelah itu wisatawan bisa berjalan kaki menuju Alun-Alun Paseban.

Waktu tempuh perjalanan menaiki bus sekitar satu jam lebih. Namun untuk menaiki motor, wisatawan dapat sampai ke Alun-Alun Paseban kurang lebih hanya memerlukan waktu sekitar 45 menit saja. Alun-Alun Paseban seakan berhasil menciptakan keriuhan tersendiri, membuat suasana malam tidak sepi. Untuk sekedar berekreasi bersama keluarga ataupun hangout bersama teman-teman, Alun-Alun Paseban menjadi tempat rujukan pertama wisata malam di Bantul. Banyak warga yang melepas penat seharian bekerja atau juga berakhir pekan di sana bersama keluarga.